Hai Sobat Buncab, Kali ini Mincab ingin sedikit bercerita mengenai kebanggaan menjadi dokter di Indonesia. Sebuah negara yang kaya akan budaya dan tradisi yang tidak akan dapat ditemui di belahan dunia manapun. Tentu menjadi seorang dokter merupakan titik awal perjalanan dan perjuangan kita dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. Nah, kali ini Mincab ingin membagikan Tokoh Nasional dan seorang Dokter yang berhasil membanggakan dan membawa nama baik Indonesia di dunia Internasional. Yuk, Simak bareng – bareng !
#1. Dr. Cipto Mangunkusumo
Cipto Mangunkusumo yang lahir pada tanggal 4 Maret 1886 di Pecangakan, Ambarawa merupakan tokoh pemimpin kemerdekaan Indonesia. Dr. Cipto bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Soewardi Soerjaningrat adalah pendiri Partai Indische. Partai politik yang menyebarkan gagasan pemerintahan sendiri Hindia Belanda. Setelah partai tersebut dicap subversif oleh pengadilan kolonial pada tahun 1913, dia dan rekan-rekan pemimpin IP diasingkan ke Belanda. Selalin itu, Cipto juga ikut mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang diketuai oleh Sukarno. Ia meninggal dan dimakamkan di ambarawa pada tahun 1943. Untuk mengenang jasanya, pasca kemerdekaan Indonesia, ‘Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting Salemba’ berganti nama menjadi ‘RS Cipto Mangunkusumo’ untuk mengenang jasa dan keberanian beliau untuk memajukan Indonesia.
#2. Marsda TNI Anumerta Prof.DR. Abdulrachman Saleh
Abdulrachman Saleh lahir pada tanggal 1 Juli 1909, di Kwitang Barat, Jakarta. Beliau lulus menjadi dokter seangkatan dengan dr. Sutomo tokoh nasional pendiri Budi Utomo. Beliau merupakan salah satu diantara Pahlawan Pembina Angkatan Udara Republik Indonesia yang serba bisa. Karena beliau adalah seorang penerbang dan teknik radio, seorang guru besar dalam ilmu kesehatan/ilmu faal, seorang bintang lapangan dalam olahraga, seorang pemimpin yang pandai, berwibawa dan jujur dan mendahulukan kepentingan tugas negara di atas kepentingan pribadi. Sebagai penghargaan jasanya yang sangat besar di bidang kedokteran umum, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pada tanggal 5 Desember 1958 telah menganugrahi Prof Dr. Abdulrachman Saleh sebagai Bapak Ilmu Faal Indonesia. Pada tanggal 16 April 1959 Presiden Soekarno memberikan Satyalencana Bintang Garuda kepada Prof Dr Abdulrachman Saleh.
#3. Prof. Dr. Sardjito
Sardjito lahir pada tanggal 13 Agustus 1889 di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sardjito menempuh pendidikan di STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen), Jakarta, dan berhasil Iulus pada tahun 1915. Lulus dari Stovia, ia bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Jakarta kemudian pindah ke Institut Pasteur Bandung. Beliau merupakan seorang peneliti yang mengikuti tim penelitian khusus mengenai influenza di Institut Pasteur. Sardjito telah mencatat penemuan-penemuan yang bermanfaat bagi masyarakat yakni obat batu ginjal dan kolesterol. Biskuit sardjito yang ia temukan juga menjadi ransum bagi para pejuang, tentara pelajar kemerdekaan. Berbagai vaksin anti penyakit infeksi untuk typhus, kolera, disentri, dan bakteri lain, beliau temukan. Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) mengajukan Prof. Dr. Sardjito, MD, MPH untuk memperoleh gelar pahlawan nasional.
Demikianlah, ketiga tokoh dokter Indonesia yang sangat membanggakan dan patut untuk kita teladani dalam keseharian kita untuk berpraktik. Apakah kolega BUNCAB akan menjadi tokoh selanjutnya? Tentu semangat para dokter pejuang pendahulu kita tetap harus ada di sanubari hati kita. Agar dapat tercapat Satu Kata, INDONESIA JAYA !

